Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Uswim Nabire akan terima mahasiswa dari luar Papua, ini syaratnya

Sejumlah mahasiswa papua yang pulang ke kampung halamannya dari kota studi masing-masing, akibat khawatir dengan tindakan rasisme – Jubi/Dok.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Persoalan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang dan beberapa daerah lainnya di luar Papua sangat berdampak pada beberapa hal.

Dampak yang akan dirasakan langsung dari mahasiswa yang sedang kembali ke daerah asalnya adalah studi mereka terancam dan ketinggalan mata kuliah, bahkan ada kemungkinan tidak melanjutkan kuliah. Itu jika tidak diatasi dengan serius.

Untuk wilayah Nabire, dikabarkan para mahasiswa dari wilayah adat Meepago sudah tiba dan sementara membuka posko di wilayah Tapioka kelurahan Nabarua. Menanggapi hal itu, wakil rektor Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire (Uswim),

Petrus Tekege mengatakan bahwa pihaknya siap dengan membuka diri untuk menerima sepanjang memenuhi persyaratan yang ada jika mahasiswa ingin melanjutkan kuliah di Uswim Nabire.

Loading...
;

“Kami bisa menerima mereka asal memenuhi syarat, kalau ada yang mau pindah dan ingin kuliah di Uswim,” ujar Tekege, Jumat (20/09/2019).

Dijelaskan, Uswim tidak bisa menerima mereka (mahasiswa) yang hanya mengaku diri sebagai mahasiswa tanpa bukti, tetapi harus ada persyaratan – persyaratannya. Syaratnya adalah bukti – bukti yang jelas.

Antara lain surat pindah, transkip nilai semester (kalau semester tujuh maka transkip dari semester satu sampai tujuh), kartu mahasiswa, surat keterangan telah dihapus dari perguruan tinggi asal, sehingga tidak mengalami kesulitan pada saat wisuda nantinya.

“Kami tidak bisa menerima yang hanya mengaku mahasiswa tanpa ada bukti, itu harus ada baru kita terima. Karena bila tidak menyertakan dokumen dimaksud maka nanti dibilang mahasiswa ilegal lalu saat wisuda ijasahnya tidak bermasalah,” jelasnya.

Tekege berharap kepada semua pihak untuk tidak mempolitisir keputusan ini, seolah-olah akan menghambat mahasiswa yang ingin ke Uswim, jika ada yang ingin melanjutkan kuliah.

“Saya harap jangan sampai ada yang pikir lain. ini kami tidak bermaksud menghambat kalau ada yang mau ke Uswim. Sebab kami sayang mereka dan mau masa depan mereka baik dan tidak terhambat hanya karena ijazah,” harapnya.

Terpisah, Pdt, Yance Nawipa dari perwakilan Forum Komunikasi antar Umat Beragama (FKUB) Nabire menilai ribuan mahasiswa yang kembali ke Papua masa depannya terputus dan tamat sampai di sini, lalu siapa yang bangun Papua ke depan.

“Kalau ingin pindah perguruan tingga lain itu susah, Sebab harus ada penggalan data. Anak perempuan saya di Jogya, saya tidak ingin dia kembali sebab nanti masa depannya hancur. Jadi kita harus cari solusi untuk memulangkan mereka ke kota studi masing – masing agar masa depan mereka baik ke depan,” terang Nawipa.

Sampai berita ini diturunkan, Jubi belum berhasil menemuni mahasiswa yang telah kembali ke Nabire. Hal ini lantaran mahasiswa masih trauma dan belum ingin menerima tamu siapapun kecuali keluarga. Pemkab Nabire, DPRD Nabire bahwa pemuka agama juga belum mereka terima.(*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top