Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Veteran Bougainville rekonsiliasi, berkomitmen pada pelaksanaan referendum

Upacara peresmian Bougainville Peace Agreement di Arawa pada Agustus 2001. – RNZI/Walter Zweifel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Arawa, Jubi – Suatu pertemuan tingkat tinggi yang sangat penting bagi masa depan Bougainvill, berlangsung selama satu pekan terakhir di Panguna dan daerah sekitarnya.

Inti dari konferensi tingkat tinggi Me’ekamui dan Veteran Bougainville adalah rekonsiliasi antara mantan anggota gerakan perlawanan di wilayah tersebut, dan terjadi hanya beberapa bulan sebelum referendum kemerdekaan dari Papua Nugini. Pertemuan ini melibatkan veteran dari kedua pihak yang terlibat dalam, perang saudara Bougainville.

Kelompok-kelompok itu mengeluarkan Deklarasi Mary, Queen of the Mountains – Panguna. Isi deklarasi ini termasuk komitmen mereka atas pelaksanaan referendum, untuk menjaga perdamaian dan ketenteraman sebelum dan sesudah referendum, pembuangan senjata, dan kesepakatan bahwa tambang tembaga di Panguna dapat dibuka kembali setelah referendum selesai.

Para peserta KTT itu, sekarang dikenal secara resmi sebagai Veteran Bougainville, ingin mengumpulkan semua senjata yang dipegang oleh mantan pasukan dan warga sipil pada 15 Agustus, di mana proses pengumpulan sudah harus selesai pada 1 September.

Loading...
;

Verifikasi senjata yang dikumpulkan akan dilakukan oleh Kantor Polisi Bougainville, bekerja sama dengan pemerintah masyarakat dan para veteran. Senjata-senjata ini akan dihancurkan dan digunakan untuk membangun sebuah monumen.

Jadwal referendum terakhir rencananya akan diadakan 17 Oktober, setelah ditunda sejak Juni, namun Bougainville Referendum Commission telah meminta penundaan enam minggu. Penundaan terbaru ini telah disetujui oleh Veteran Bougainville, tetapi mereka berkeras referendum harus dilakukan paling lambat 30 November.

Veteran Bougainville juga mendesak rekonsiliasi tambahan lainnya. Mereka ingin berdamai dengan aparat dan pasukan bersenjata PNG – tentara dan polisi.

Mereka juga berkata ingin memprioritaskan rekonsiliasi dengan Kepulauan Solomon, negara tetangga mereka, dan meminta dukungan dari donor untuk memfasilitasi proses ini.

Perjanjian Bougainville Peace Agreement, ditandatangani pada 2001, termasuk ketentuan untuk pemberian amnesti bagi semua orang yang terlibat dalam konflik atau dihukum karena pelanggaran yang terjadi pada periode itu. Dalam Deklarasi Mary, Queen of the Mountains – Panguna, para Veteran Bougainville mengatakan ketentuan ini harus dilanjutkan hingga 2020, dan termasuk anggota fraksi Me’ekamui serta kelompok-kelompok dan individu lain yang telah berpartisipasi dalam program pembuangan senjata. (RNZI)


Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top