Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Virus Korona di China tewaskan sembilan orang

Ilustrasi virus, pixabay.com

 

Pejabat kesehatan China menyatakan pihak berwenang meningkatkan upaya mengendalikan wabah dengan mengurangi pertemuan publik di provinsi Hubei.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Beijing, Jubi – Korban jiwa akibat virus korona di China bertambah menjadi sembilan, pada Rabu, (22/1/2020), sedangkan penderita yang terkonfirmasi mencapai 440 kasus. Pejabat kesehatan China menyatakan pihak berwenang meningkatkan upaya mengendalikan wabah dengan mengurangi pertemuan publik di provinsi Hubei.

“Sebanyak 2.197 kasus lain dari kontak dekat dengan pasien telah dikonfirmasi dan ada bukti penyaluran pernafasan dari virus,” kata wakil menteri Komisi Kesehatan Nasional, Li Bin.

Baca juga : Wabah virus Korona di China selama akhir pekan mencapai 139 kasus

Pria Jepang terinfeksi virus korona usai kunjungi China

Loading...
;

Kasus pneumonia di China kembali memakan korban

Saat China berjanji untuk memperketat tindakan pencegahan di rumah sakit, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengadakan pertemuan darurat pada Rabu untuk menentukan apakah wabah virus korona baru sebagai keadaan darurat kesehatan global.

Virus itu berasal dari pusat kota Wuhan di Hubei pada akhir tahun lalu, telah menyebar ke kota-kota China termasuk Beijing dan Shanghai, serta Amerika Serikat, Thailand, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Pemerintah China telah menyediakan informasi harian tentang jumlah kasus dalam upaya untuk mencegah kepanikan publik, ketika jutaan orang bersiap untuk melakukan perjalanan di dalam dan luar negeri untuk perayaan Tahun Baru Imlek negara itu yang dimulai pekan ini.

Hubei telah diminta untuk meminimalkan pertemuan publik dan orang-orang di seluruh negeri didesak untuk menghindari daerah padat penduduk, kata komisi kesehatan. “China juga akan meningkatkan kerja sama dengan WHO,” kata Li.

Tercatat kekhawatiran akan pandemi yang mirip dengan wabah Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) yang dimulai di Tiongkok dan menewaskan hampir 800 orang pada 2002-2003 telah mengguncang pasar global. Saham barang-barang mewah dan penerbangan terkena dampak sangat keras dan nilai mata uang Tiongkok Yuan jatuh.

Selasa kemarin WHO mengatakan bahwa virus korona baru kemungkinan akan menyebar ke bagian lain China dan mungkin negara lain dalam beberapa hari mendatang. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top