Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Wabah campak di Fiji masih bisa dikendalikan

Dr Aalisha Sahukhan. – FBC News

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Suva, Jubi – Kementerian Kesehatan Fiji telah membenarkan bahwa wabah campak telah dibatasi di Subdivisi Serua/ Namosi, dan khususnya permukiman Wailali di Wainadoi.

Salah satu pasien yang masih diperiksa 7 November lalu, saat wabah campak diumumkan, telah dipastikan terkena campak setelah uji laboratorium.

Ada tiga kasus yang telah dikonfirmasi dan satu kasus yang masih curigai dilaporkan dari daerah itu. Tiga kasus yang telah dipastikan adalah seorang bayi berusia empat bulan, dan dua orang dewasa berusia antara dua puluh dan dua puluh lima.

Bayi berusia empat bulan itu masih dirawat dan dalam kondisi stabil, di ruang isolasi, di Rumah Sakit Navua, dan tim tanggap wabah Serua/Namosi melakukan pemantauan harian terhadap dua orang dewasa, yang sedang dikarantina di rumah mereka. Pasien berusia enam tahun yang sebelumnya diduga terkena campak telah pulih.

Loading...
;

Menurut kepala bagian Perlindungan Kesehatan di Kementerian Kesehatan, Dr Aalisha Sahukhan, semua kasus itu terkait dan masih ada penyelidikan atas setiap potensi penyebaran melalui kontak dengan orang yang baru datang dari luar negeri.

Pembentukan sebuah gugus tugas tanggap campak telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, untuk mengoordinasikan respons terhadap wabah dan membantu tim-tim dari setiap divisi dan subdivisi.

Pejabat-pejabat Kementerian Kesehatan menyarankan agar anak-anak diberikan setidaknya dua dosis vaksin campak sesuai dengan jadwal imunisasi Fiji. (FBC News)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top