HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Wacana DOB bergulir lagi, ratusan mahasiswa Papua berdemonstrasi

Mahasiswa saat melakukan demo damai di halaman kantor DPR Papua – Jubi/Arjuna.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Berkembangnya wacana pemekaran beberapa daerah di Papua belakangan ini, salah satunya pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Provinsi Papua Tengah membuat mahasiswa Papua mengambil sikap.

Ratusan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Tolak Pemekaran Daerah Otonomi Baru di Papua menggelar demo damai di halaman kantor DPR Papua, Selasa (16/7/2019).

Massa menyatakan menolak pemekaran atau DOB di Papua. Pemekaran dinilai bukan solusi untuk mensejahterakan orang asli Papua.

“Hentikan wacana pemekaran Provinsi Papua Tengah yang kini digagas segelintir orang. Gubernur, bupati dan DPR se Tanah Papua Stop Merekomendasikan DOB di atas tanah Papua tanpa melihat aspirasi rakyat,” kata penanggung jawab aksi, Amos Kayame dalam orasinya.

Loading...
;

Pemekaran menurutnya, merupakan strategi adu domba, memecah persatuan dan kesatuan orang asli Papua. Setelah beberapa demostran bergantian melakukan orasinya, Amos Kayame kemudian membacakan pernyataan sikap demonstran.

Pernyataan sikap itu diantaranya, menolak semua upaya pemekaran di seluruh tanah Papua, menolak wacana pemekaran provinsi Papua tengah yang sedang diperjuangkan oleh segelintir elite politik Papua.

“Kami meminta Pemprov Papua, DPR Papua, MRP segera memanggil elite politik yang sedang mewacanakan pemekaran Papua Tengah,” ucap Kayame.

Dirjen Otda diminta segera mengeluarkan rekomendasi terhadap pemekaran Provinsi Papua Tengah, dan presiden  menginstruksikan penolakan dan atas upaya pemekaran Papua Tengah, karena bukan berdasarkan aspirasi rakyat melainkan kepentingan para elite politik.

“Kami meminta Pemprov, DPR Papua, MRP bersama elite politik segera membuka ruang dialog, mengakomodir semua stakeholder yang ada guna mencari solusi terbaik,” ucapnya.

Para elit politik Papua diingatkan tidak menjadikan rakyat dan generasi muda Papua sebagai objek untuk kepentingan pribadi seperti di Nabire.

“Kami minta DPR Papua menindaklanjuti aspirasi ini kepada Pemprov Papua dan Mendagri,” katanya.

Demonstran ditemui beberapa anggota DPR Papua di antaranya Laurenzus Kadepa, Nason Uti, Yulius Miagoni, Frits Tobo Wakasu, Thomas Sondegau, Martinus Adii dan beberapa lainnya.  Laurenzus Kadepa mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut.

Namun secara pribadi anggota Komisi I DPR Papua itu menyatakan menolak DOB dan hingga kini moratorium DOB belum dicabut.

“Terkait wacana pemekaran provinsi di Papua pemprov, DPR Papua dan MRP posisinya sama dengan massa menolak pemekaran,” ujar Kadepa. (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top