Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Wagete mulai aman, Yulianus Mote dimakamkan di depan markas polsek

John NR Gobai berkunjung ke Wagete, Kabupaten Deiyai, pada Kamis (23/5/2019) serta bertemu Simon Mote dan Markus Mote, dua kerabat almarhum Yulianus Mote yang tewas karena tertembak polisi pada Selasa (21/5/2019) lalu. – John NR Gobai/Dok Pri

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi –  Situasi Wagete, Kabupaten Deiyai, Papua pada Kamis (23/5/2019) berangsur-angsur pulih pasca penembakan yang menyebabkan amuk warga membakar markas Kepolisian Sektor Tigi pada Selasa (21/5/2019) malam. Jenazah Yulianus Mote, warga yang tewas tertembak polisi pada Selasa, telah dimakamkan di depan markas Kepolisian Sektor Tigi, Kamis.

Hal itu disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua utusan adat John NR Gobai usai mengunjungi keluarga para korban di Wagete, Kamis. “Kondisi Deiyai, khususnya Wagete, sudah aman kembali, dan masyarakat sudah beraktivitas kembali. Karena itu, saya meminta polisi memastikan tidak akan ada penambahan pasukan di Wagete. Saya yakin Bupati Deiyai akan segera membangun lagi markas Kepolisian Sektor Tigi,” kata Gobai kepada Jubi, Kamis.

Gobai menyatakan pada Kamis dirinya menghadiri prosesi pemakaman Yulianus Mote. Sesuai kesepakatan para keluarga korban, Mote dimakamkan di depan markas Kepolisian Sektor (Polsek) Tigi.

Gobai menjelaskan pemakaman Mote di depan markas polsek itu merupakan simbol bahwa masyarakat dan keluarga korban meyakini Mote meninggal karena ditembak polisi. “Sehingga, masyarakat berani memakamkan jenazah Mote di depan polsek,” kata Gobai.

Loading...
;

Yulianus Mote tewas tertembak pada Selasa, saat polisi menghalau massa yang membakar markas Polsek Tigi. Saat itu, warga marah dan membakar Polsek Tigi, karena pada Selasa sore polisi menembak  warga lainnya bernama Melianus Dogopia. Dogopia terluka di bagian kaki, dan menjalani perawatan di RSUD Nabire.

Penembakan dan amuk massa yang membakar markas Polsek Tigi itu bermula ketika empat pemuda yang mabuk mencegat dan memalak mobil yang melintas di dekat SMP YPPK Wagete. Sopir yang menolak dipalak mengadu ke Polsek Tigi, sehingga sejumlah polisi mendatangi lokasi itu.

Dalam keterangan persnya pada Rabu (22/5/2019), Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua AM Kamal menyatakan polisi berupaya melerai para pelaku, termasuk Melianus Dogopia. “MD sempat dibawa pulang keluarganya, akan tetapi malah datang lagi dan membawa panah. MD juga merusak mobil polisi. Polisi sudah memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan oleh MD, sehingga dia ditembak di bagian kaki,” kata Kamal.

Polisi kemudian kembali ke markas Polsek Tigi. Pada pukul 18.30 WP, sekitar 50 warga Wagete yang marah karena Melianus Dogopia ditembak berbondong-bondong mendatangi Polsek Tigi. Kamal menyatakan para warga itu membakar markas Polsek Tigi. “Markas polsek habis. Termasuk tiga mobil dinas dan satu mobil yang diparkir di depan Polsek dirusak,” kata Kamal pada Rabu.

John NR Gobai meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia segera menurunkan timnya untuk menginvestigasi kasus penembakan dan pembakaran Polsek Tigi di Wagete itu. Gobai berharap kasus penembakan itu diselesaikan melalui pengadilan adat yang terbuka, sebagai sebuah pendekatan restorative justice yang lebih dekat dengan konsep keadilan dalam masyarakat Papua.

“Kami meminta Kepala Kepolisian Daerah Papua bertanggungjawab terhadap kasus itu. Oknum polisi yang terlibat harus dipecat di depan rakyat, dan diborgol sebagaimana perlakuan yang biasa diterima masyarakat biasa di Papua,” kata Gobai.

Mewakili keluarga korban Yulianus Mote, Simon Mote menerima Gobai datang melayat. Simon Mote menjelaskan, pada Kamis siang Bupati Deiyai Ateng Edowai juga telah melayat ke rumah duka keluarga Mote.

Simon Mote menyesalkan Kepolisian Daerah Papua yang membantah ada warga Wagete tewas tertembak pada Selasa lalu. Simon Mote meminta polisi mengakui, rentetan peristiwa pada Selasa telah membuat Yulianus Mote tewas tertembak, dan membuat Melianus Dogopia terluka tembak pada bagian kaki. “Sebagai orang muda, saya meminta pelaku penembakan dipecat secara tidak terhormat karena sudah melanggar hak asasi manusia,” katanya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top