Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Wagub Papua tantang pimpinan OPD jalankan Otsus

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal menyalami para pimpinan OPD yang baru dilantik. – Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mengimbau organisasi perangkat daerah atau OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua untuk menjalankan kewenangan Otonomi Khusus Papua secara baik. Setiap OPD diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang sesuai dengan karakteristik dan kondisi Papua.

“Selain menjadi wakil pemerintah pusat di daerah, Papua memiliki Otonomi Khusus. Untuk itu semangat Otonomi Khusus Papua harus terus ditingkatkan,” kata Klemen Tinal usai melantik 28 pimpinan OPD di Jayapura, Kamis (23/1/2020).

Tinal menyatakan kewenangan yang diberikan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua tidak hanya untuk dihafalkan. “Kalau otonomi secara umum sudah hal yang biasa, tinggal ke toko buku atau klik online sudah tahu Undang-undang [Otsus Papua]. Kalau sudah hafal undang-undang diluar kepala, itu tidak hebat, hal itu anak SD juga bisa lakukan.  Tapi, kalau anda bisa mengambil kebijakan, itu baru anda hebat,” ujarnya.

Tinal menekankan seorang pimpinan harus bisa bekerja untuk meningkatkan segala aspek kehidupan masyarakat di Papua, baik dalam masalah kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan hal lainnya. “Papua ini anomali. Jumlah penduduknya plus-minus 3 juta jiwa, masa susah sekali dibuat maju dan sejahtera,” katanya.

Tinal mengingatkan aparatur negara bertanggungjawab sepenuhnya atas kemajuan atau kemunduran Papua. “Masyarakat Papua tidak pernah salah. [Sebaliknya], pasti ada sesuatu yang salah pada kita. Hari ini coba saudara buktikan dan cari jalan keluar agar rakyat Papua bisa lebih maju dan sejahtera. Mari komitmen, konsisten untuk berubah dan maju,” sambungnya.

Jika ada pejabat yang berfikir bisa terpilih atau duduk sebagai pimpinan OPD  karena dekat dengan Gubernur, Wakil Gubernur atau Panitia Seleksi, menurut Tinal cara berfikir itu menunjukkan sang pejabat tidak berkualitas. Ia meminta semua orang membuang jauh pikiran seperti itu.

Loading...
;

“Kalau ada pikiran itu, mulai hari ini saya harap dihilangkan. Karena, jika masih ada pikiran itu, itu sama saja anda menunjukan kalau anda rendah sekali. Apalagi sampai berfikir, ‘saya ini ipar dan adiknya’, itu lebih para lagi. Karena, anda akan kecewa dan hancur, karena itu namanya nepotisme dan kolusi. Kalau itu terjadi, dipastikan akan lahir korupsi, sebab dari awal pikiran sudah kotor,” tutupnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top