Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Wajib pajak kendaraan bermotor diimbau manfaatkan pemutihan denda

Ilustrasi kendaraan bermotor. – Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Badan Pengelola Pendapatan Daerah atau Bappenda Provinsi Papua meminta para wajib pajak yang ada di Kota Jayapura dan sekitarnya, untuk memanfaatkan program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor. Pemutihan denda itu berlaku bagi setiap keterlambatan pembayaran pajak kendaraan bermotor yang dilunasi hingga hingga 31 November 2019.

Kepala Bappenda Papua, Gerson Jitmau menyatakan pemutihan itu berlaku untuk setiap keterlambatan pembayaran pajak maupun bea balik nama kepemilikan kendaraan bermotor. “Saya imbau kepada masyarakat Papua untuk manfaatkan pemutihan pajak kendaraan bermotor sesuai dengan keputusan Gubernur nomor 188.4/207/2019,” kata Gerson Jitmau di Jayapura, Selasa (12/11/2019).

Jitmau menyatakan para wajib pajak yang selama ini selalu menunda-nunda pembayaran pajak bermotor bisa datang ke kantor Samsat di kabupaten/kota se-Papua dengan membawa persyaratan yang sudah ditentukan.  “Jangan tunda-tunda, silahkan manfaatkan waktu dua minggu ke depan untuk mengurus pajak kendaraan bermotor yang belum terbayarkan,” ujarnya.

Jitmau menegaskan pembayaran pajak merupakan hal wajib yang harus dilakukan masyarakat. “Jika tak dilakukan, ada sanksi pidana yang diterapkan. [Dengan pemutihan denda kali ini], yang [harus dibayar] hanya pajak pokok. Itu  berlaku di semua samsat di wilayah Papua, termasuk samsat keliling,” sambungnya.

Loading...
;

Wajib pajak yang tidak sempat mendatangi kantor Samsat, silahkan datangi Samsat Corner yang terletak di Mall Jayapura. “Hadirnya Samsat Corner untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat tidak perlu lagi mengorbankan waktu untuk mendatangi kantor Samsat dan antre berjam-jam,” katanya.

Secara terpisah, Naldi Kusuma, Warga Polimak, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura mengaku sangat terbantu dengan adanya program penghapusan denda pajak bagi pemilik kendaraan roda dua maupun empat. “Ini harus dimanfaatkan karena sangat membantu pengguna kendaraan bermotor, apalagi yang membeli kendaraan seken (bekas) karena di BPKB dan STNK masih tertulis nama pemilik pertama,” kata Naldi. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top