HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Wakil Bupati Deiyai janjikan perda untuk melindungi mama-mama penjual sayuran

Foto ilustrasi, salah satu kios milik masyarakat asli di Waghete, Kabupaten Deiyai, Papua. – Jubi/Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Waghete, Jubi – Wakil Bupati Deiyai, Hengky Pigai berjanji akan segera mengajukan rancangan peraturan daerah yang mengatur perlindungan bagi pengusaha asli Papua, termasuk mama-mama penjual sayur di Deiyai. Hal itu disampaikan Pigai usai membuka Konferensi Daerah Kamar Adat Pengusaha Papua atau KAPP Deiyai di Waghete, Kabupaten Dieyai, Papua, Jumat (9/8/2019).

“[Kami] akan membuat peraturan daerah mengenai pelindungan pengusaha asli Papua di Deiyai. [Perlindungan itu memang diperlukan] agar perputaran ekonomi [di kalangan pengusaha asli Papua] bisa berjalan dengan baik,” kata Pigai.

Hengky Pigai mengatakan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2019 (Perpres 17/2019) tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah untuk Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat menunjukkan pemerintah pusat memiliki komitmen untuk mengatur perlindungan dan afirmasi bagi pengusaha asli Papua. Pemerintah daerah juga harus mengatur bentuk proteksi pengusaha asli Papua, sesuai dengan karakteristik pengusaha asli Papua di setiap wilayah.

Pengaturan yang melindungi keberadaan mama-mama penjual sayur dinilai penting untuk memberdayakan masyarakat adat di Deyai. “Kami [akan] memberdayakan masyarakat adat di Deiyai. Orang Deiyai harus makan dari hasil buminya sendiri. Kami akan membuat peraturan daerah agar jualan mama-mama itu bisa terlindungi,” katanya.

Loading...
;

Ketua Dewan Adat Deiyai Frans Mote meminta Pemerintah Kabupaten Deiyai membatasi peredaran sayur yang didatangkan dari luar Deiyai dan mengatur para pedagang sayur yang berkeliling dengan sepeda motor. Pembatasan dan pengaturan itu perlu dilakukan untuk menggerakkan perekonomian para petani sayur di Deiyai.

Mote menyoroti keberadaan para pedagang sayur yang berkeliling dengan sepeda motor. Keberadaan para pedagang sayur yang berkeliling dengan sepeda motor dan mendatangi rumah pembeli itu telah membuat pasar tempat para mama berjualan sepi pembeli.

Frans Mote menyebut peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat se-Dunia menjadi momentum untuk membangun kebijakan afirmasi yang memproteksi masyarakat adat di Deiyai. “Oleh sebab itu, pada momentum Hari Internasional Masyarakat Adat se-Dunia, [kami meminta] peraturan daerah yang mengikat dan melindungi pangan lokal, khususnya [yang dihasilkan] masyarakat adat di Deiyai,” kata Mote. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top