HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Waktu habis hanya untuk tentukan tempat relokasi

Waktu habis hanya untuk tentukan tempat relokasi

Pertemuan Pemerintah Kabupaten Jayapura dan masyarakat adat terkait tempat relokasi korban banjir bandang – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura hingga saat ini belum mendapat kepastian terkait tempat relokasi para pengungsi yang masih tinggal di posko-posko pengungsi.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan pihaknya sudah sebulan ini masih menunggu kepastian tempat relokasi dari pihak-pihak yang mengkalim tempat tersebut sebagai tempat hak ulayat mereka.

Dikatakan, untuk lahan di Kemiri seluas 33 hektar, yang masih dalam sengketa di pengadilan, dimenangkan oleh pihak Dinas Kehutanan Provinsi Papua. Tetapi pihak Ramsis Felle sebagai pemilik hak ulayat mengajukan banding ke Mahkamah Agung, jadi hingga kini belum ada kejelasan.

“Sementara niat kami ini untuk merelokasi pengungsi, agar tidak lama-lama di posko pengungsian. Kasihan mereka yang melakukan aktivitas yang terbatas, usaha, pendidikan bagi anak-anak, termasuk kesehatan,” ujar Bupati Awoitauw, di Sentani, Senin (17/6/2019).

Menurutnya, upaya yang dilakukan ini untuk kebaikan warga masyarakat yang ada di Kemiri, tidak hanya masyarakat umum tetapi juga keluarga dari pemilik hak ulayat.

“Termasuk lahan yang ada di selatan Danau Sentani yang direncanakan, harus jelas semua. Pihak-pihak yang ingin membangun sudah ada di sini dan siap untuk membangun infrastruktur rumah dan fasilitas lain yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dewan Adat Suku (DAS) Sentani, Maurits Felle, mengatakan proses relokasi yang sedang diupayakan oleh Pemkab Jayapura harus didukung oleh masyarakat adat, terkait kepemilikan hak ulayat bisa dibicarakan kemudian hari.

“Ini kita mau selamatkan masyarakat yang masih tinggal di posko pengungsian. Soal hak ulayat dapat kita bicarakan kemudian karena tentu akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)