Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Walau pulang kampung, Mahasiswa Papua tetap merasa tak aman

Mahasiswa Papua di Manado saat akan kembali ke Papua – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sekretaris Jenderal Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se-Indonesia atau AMPTPI, Januarius Lagowan mengatakan, meski ribuan mahasiswa asal Papua di berbagai daerah telah kembali ke kampung halamannya, namun mereka tetap merasa tidak aman dan nyaman.

Menurut Lagowan, perasaan tak aman dan nyaman para mahasiswa ini disebabkan ada ribuan aparat keamanan yang diperbantukan ke Papua.

“Konvoi-konvoi militer di Papua terus berlangsung. Penangkapan terhadap para akvitis dan pengurus mahasiswa di Papua terus terjadi, ini membuat mahasiswa yang telah kembali ke Papua tetap merasa tidak nyaman. Masyarakat Papua juga mengalami hal yang sama,” kata Lagowan kepada Jubi, Minggu (15/9/2019).

Ia mengatakan, penangkapan dan konvoi-konvoi aparat keamanan di Papua membuat ruang gerak mahasiswa terbatas. Mahasiswa hingga kini tidak merasa aman, beraktivitas di kampus dan luar kampus.

Loading...
;

“Selain itu, kepulangan mahasiswa ke Papua karena keinginan mereka sendiri, bukan karena disuruh pihak lain. Mahasiswa pulang karena merasa tidak aman dan nyaman di berbagai kota studi,” ujarnya.

Katanya, pemerintah pusat menyatakan situasi di berbagai kota studi tempat mahasiswa asal Papua kuliah kini telah kondusif. Namun itu hanya sebatas pernyataan pemerintah di media.

“Aman itu tidak bisa hanya berkata-kata saja. Di media mereka nyatakan aman, tapi mahasiswa merasa terancam,” ucapnya.

Ribuan mahasiswa Papua dari berbagai kota studi, kini memilih kembali ke kampung halaman. Ada berbagai alasan yang menyebabkan para mahasiswa itu pulang, di antaranya merasa tidak aman dan nyaman di daerah tempat mereka kuliah, hingga permintaan orangtua.

Satu diantara mahasiswa Papua yang kuliah di Universitas Negeri Manado, Sulawesi Utara, Sefris Tabuni kepada Jubi belum lama ini mengatakan, ia bersama sekitar 20 orang mahasiswa lainnya meninggalkan Manado pada 3 September 2019.

“Orang tua minta saya pulang karena apa yang terjadi belakang ini. Orangtua takut, merasa khawatir dengan kondisi kami di luar Papua,” kata Sefris Tabuni.

Sefris Tabuni belum dapat memastikan kapan dan apakah ia masih akan kembali ke daerah tempatnya kuliah.

“Saya belum memikirkan hal itu. Saya akan melihat perkembangan situasi seperti apa,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top