Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Walhi ingatkan mahasiswa peduli lingkungan

Direktur Eksekutif Walhi, Nur Hidayati, saat membawakan materi di Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Universitas Ottow dan Geisler (UOG) Papua, Jumat (20/9/2019) – Jubi/David Sobolim

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) pusat dan Walhi Papua melakukan kuliah umum bagi mahasiswa Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Universitas Ottow dan Geisler (UOG) Papua.

Kegiatan yang digelar pada Jumat lalu, 20 September 2019 di Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, dengan tema “Peran Mahasiswa untuk Penyelamatan Lingkungan Hidup” itu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa agar lebih peduli pada lingkungannya.

“Permasalahan terkait lingkungan itu bukan hanya terjadi di Papua atau Indonesia tetapi di seluruh dunia, dan dampak yang terjadi kita perlu pelajari,” kata Direktur Eksekutif Walhi Pusat, Nur Hidayati.

Dia mengatakan di Indonesia dapat dilihat dampak perubahan iklim, seperti bencana alam yang terjadi beberapa tahun terakhir. Mahasiawa sebagai intelektual memiliki kesadaran dan pengaruh untuk bisa menjelaskan perubahan iklim yang sedang terjadi ini kepada masyarakat. mereka juga menjadi agen penyelamatan bumi yang kita tempati ini.

Loading...
;

Dekan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan UOG Papua, Ir. Simon H. Nenepati, mengatakan kuliah umum memberikan ruang kepada mahasiswa, untuk mengisi dan melakukan aksi penyelamatan perubahan iklim.

“Pada prinsipnya lingkungan kita perlu dijaga untuk generasi yang akan datang,” kata Simon.

Dirinya berharap Walhi dapat bekerja sama dengan pihak UOG Papua untuk kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat. Menurut dia, untuk menyelamatkan bumi meupakan tanggung jawab bersama.

Salah satu pemateri dari Walhi Papua, Abner Mansai, mengatakan kita harus mempunyai tanggung jawab langsung terhadap alam Papua untuk menyelamatkan Tanah Papua. Kita yang menguasai hutan untuk melindunginya dari illegal logging yang makin marak.

“Perubahan iklim tidak memandang jabatan atau status sosial seseorang. Oleh karena itu, (untuk) menjaga lingkungan dari diri kita,” kata Mansai.

Sebelum otsus (otonomi khusus) diberikan kepada Papua dan Papua Barat, lahan yang berada di Provinsi Papua sangat luas. Ketika Provinsi Papua dimekarkan menjadi Papua dan Papua Barat, maka luas lahan mulai bekurang. Selain itu, illegal logging dan perkebunan mulai bertambah di Provinsi Papua. (*)

Editor: Timo Marten

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top