Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

WALHI minta revisi moratorium tambang di NTT

Aktivitas tambang, pixabay.com

Moratorium tidak sesuai dengan janji politik Gubernur-Wakil Gubernur NTT.

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Kupang, Jubi – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nusa Tenggara Timur (NTT), minta Pemerintah NTT merevisi Peraturan Gubernur (Pergub) tentang moratorium tambang di daerah itu. WALHI menilai moratorium tidak sesuai dengan janji politik Gubernur-Wakil Gubernur NTT.

“Pertama WALHI NTT mendorong adanya revisi terhadap SK Moratorium yang lebih mencerminkan janji-janji politik gubernur dan wakil gubernur,” kata Direktur WAHLI NTT, Umbu Wulang, Jumat, (8/2/2019)

WALHI juga minta Pemerintah NTT melibatkan publik sejak awal untuk untuk melakukan, dan mengawal proses moratorium dan penghentian tambang minerba di NTT. Selain itu agenda pemulihan sosial ekologis di kawasan lingkar tambang, sebagai prioritas dalam proses ini, misalnya, melakukan reklamasi lubang-lubang tambang dan penguatan ekonomi lokal tanpa tambang.

Loading...
;

“Kami juga minta pemerintah NTT memprioritaskan upaya-upaya kemandirian pangan dan sumber daya air di NTT, dan menagih janji politik gubernur dan wakil gubernur untuk serius memproses jalan menuju NTT sejahtera,” kata Umbu menambahkan.

Menurut dia masyarakat NTT tidak akan melupakan janji Gubernur yang akan mencabut izin yang sudah ada dan masih berlaku . Sedangkan izin sementara proses akan dihentikan.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Boni Marasina, mengatakan, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Lasikodat sudah menandatangani peraturan gubernur (Pergub) tentang moratorium tambang di daerah itu.

Menurut dia, jangka waktu moratorium selama satu dan dimungkinkan untuk diperpanjang. Dalam Pergub tersebut menegaskan, semua IUP eksplorasi dan eksploitasi untuk logam dan non logam akan dimoratorium untuk dievaluasi kembali. “Sedangkan, Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk bebatuan tetap berjalan sambil terus dievaluasi,” kata Boni. (*)

sumber : Antara

Editor  : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top