HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Warga dan ormas paksa pasang spanduk bernada provokatif di asrama mahasiswa Papua Semarang

Suasana di depan asrama West Papua di Semarang, nampak sejumlah TNI/Polri dan ormas – Jubi/ ist

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Warga Candi, Kelurahan Candi Sari, Kota Semarang mendatangi Asrama Mahasiswa West Papua, Minggu 18 Agustus 2018, sekitar pukul 07. 00 WIB.

Setelah tiba di depan Asrama warga bersama aparat TNI-Polri memasang spanduk bertuliskan “Kami warga kel. Candi Tidak Setuju Asrama West Papua digunakan untuk kegiatan yang mengarah pemisahan Papua dari NKRI. Jika hal tersebut dilakukan kami sepakat menolak keberadaan West Papua di Kelurahan Candi. “NKRI HARGA MATI”

“Melihat hal ini, kami mahasiswa Papua keluar dan mencoba membangun komunikasi dengan warga, ketua RW mencoba menghadapi mahasiswa Papua yang menanyakan alasan pemasangan spanduk ini. Ketua RW menyatakan pokoknya NKRI harga mati. Kalau tidak suka pindah saja,” ujar Nehemia Sobolim, salah satu penghuni asrama mahasiswa West Papua di Semarang, melalui pesan WhatsApp kepada Jubi, Minggu (18/8/2019).

Mahasiswa Papua sepakat meminta warga dan aparat untuk turunkan spanduk itu, karena dinilai diskriminatif. Namun, Ketua RW dan sejumlah warga tetap bersikeras untuk memasangnya.

Loading...
;

Selanjutnya, mahasiswa Papua diajak oleh anggota Babinsa, Polisi bersama intelijen yang berdiri di depan asrama. Lantas mahasiswa Papua menemui mereka dan mereka menyatakan agar mahasiswa Papua bertemu dengan warga.

“Tetapi kami mahasiswa tidak mengindahkannya kemudian pada pukul 11 : 27 ketua RW dan pengurus bersama beberapa orang berseragam  Ormas tertentu  masuk ke dalam asrama. Mereka meminta mahasiswa kumpulkan KTP dan KTM. Setelah itu mereka keluar,” ujarnya.

Dia menjelaskan Sementara ini sejumlah ormas bersama anggota TNI dan polisi masih berada di depan Asrama West Papua Semarang.

Penghuni asrama berkoordinasi dengan LBH Papua, untuk mendapatkan kontak LBH Semarang. Direktur LBH Papua Emanuel Gobay mengatakan saat ini pihak LBH Semarang berada di asrama Mahasiswa West Papua untuk mendampingi.

Atas tindakan aparat dan warga itu mahasiswa Papua di Semarang menyatakan sikap;

1. Menolak Aparat (TNI, Polri) memprovokasi warga
2. Menolak pemasangan spanduk karena bersifat diskriminatif.

Sebelumnya Jubi menerima kopian undangan berkepala surat RW IV Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari Kota Semarang. Surat bertanggal 14 Agustus itu ditujukan kepada Ketua Asrama West Papua, yang berada di wilayah itu.

Surat itu meminta penghuni asrama West Papua menghadiri acara jalan sehat dan pemasangan spanduk, dalam rangka HUT RI ke-74 yang akan diselenggarakan pada Minggu, 18 Agustus 2019, pukul 06.00 WIB . Surat itu ditandatangani oleh ketua RW IV Kel Candi, Maryanto SA.

Dalam surat itu tertulis jelas, spanduk itu akan dipasang di depan asrama West Papua. Adapun bunyinya: “KAMI WARGA KEL. CANDI, TIDAK setuju Asrama West papua digunakan untuk kegiatan yang mengarah pemisahan Papua dari NKRI. Jika hal tersebut di atas dilakukan Kami sepakat menolak keberadaan Asrama West Papua di Kelurahan Candi.(*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top