Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Warga disabilitas belum terdata menyeluruh di Papua

Ilustrasi pendidikan – pexels.com.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Keberadaan kaum disabilitas belum terdata dengan baik di Papua. Pendekatan maupun penanganan khusus kepada mereka pun menjadi sulit dilakukan, termasuk dalam pelayanan pendidikan.

“Pendidikan untuk disabilitas masuk kategori layanan khusus. Kota (Jayapura) sudah punya peta jalan (road map) untuk Provinsi Papua, tetapi mereka (jumlah disabilitas) belum tercatat dengan baik,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Papua Protasius Lobya, Jumat (6/12/2019).

Protasius mengatakan pemetaan dan pendataan menjadi hal penting bagi penanganan disabilitas. Itu karena belum tentu semua orang tua memahami bahwa pendidikan juga penting bagi anak mereka yang disabilitas. Hak-hak mereka setara dengan anak-anak lain.

“Anak-anak ini (disabilitas) tetap bersekolah seperti biasa, tidak boleh dinomorduakan (diskriminasi). Yang paling penting, guru memahami bahwa anak-anak seperti itu mendapat pendekatan berbeda (berkebutuhan khusus). Di satu sisi, (fisik) mereka terbatas, tetapi di sisi lain mereka unggul,” jelas Protasius.

Protasius  mengaku mereka telah menghitung seluruh biaya operasional untuk pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, tetapi tidak menjelaskan estimasinya. Dia hanya meyakinkan pendidikan bagi anak-anak itu akan mendapat perhatian khusus walaupun guru pendamping sangat terbatas. “Kendalanya selama ini ialah sulitnya mencari guru atau tutor khusus yang berkompeten, berbakat, dan trampil mengajar.” (*)

Loading...
;

 

Editor: Aries Munandar

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top