Warga keluhkan gelapnya tanjakan Bukit Jokowi

Warga keluhkan gelapnya tanjakan Bukit Jokowi

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas PUPR Kota Jayapura, Alimuddin memerika meteran listrik lampu penerangan jalan umum di Skyline, Kota Jayapura – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Warga Kampung Buton Skyline mengeluhkan matinya lampu penerangan jalan menuju tanjakan Bukit Jokowi di Kota Jayapura, Papua. Matinya lampu penerangan jalan umum menuju tanjakan Bukit Jokowi itu membuat pengguna jalan pada malam hari berisiko menjadi korban kejahatan.

Warga Kampung Buton Skyline, Merry mengatakan untuk lampu penerangan jalan umum telah tersedia Kampung Buton, jalur perjalanan menuju tanjakan Bukit Jokowi. Akan tetapi, selepas jalan masuk menuju tanjakan Bukit Jokowi hingga pos gabungan TNI/Polri di Skyline tidak diterangi lampu penerangan jalan umum.

“Sebenarnya, ada lampu penerangan jalan umum di sana. Akan tetapi, sudah lama lampu itu mati. Padahal lampu penerangan jalan umum dipasang agar jalan itu terang di malam hari, sehingga bisa dilintasi,” kata Merry di Jayapura, Kamis (28/2/2019).

Warga lainnya, Frans mengatakan, matinya lampu penerangan jalan umum di sana meresahkan warga. “Kami warga disini sudah melaporkan lampu penerangan jalan umum di sana tidak menyala. Akan tetapi, sampai sekarang belum ada tanggapan. Semoga pemerintah bisa memperbaiki lampu jalan itu, demi menghindari kejahatan,” ujar Frans.

Secara terpisah Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas PUPR Kota Jayapura, Alimuddin mengatakan pihaknya secara rutin memeriksa dan merawat lampu penerangan jalan umum di Jayapura yang jumlahnya mencapai 4 ribu unit. Pemeriksaan kondisi lampu penerangan jalan umum bahkan sudah dilakuan setiap malam.

“Kami selalu pantau setiap malam. Kalau ada lampu yang tidak menyala, langsung kami akan perbaiki,” ujar Alimuddin di Jayapura, Kamis (28/2/2019).

Menurut Alimuddin, setiap bulannya Pemerintah Kota Jayapura membayar tagihan lampu penerangan jalan umum senilai Rp500 juta. “Jumlah ini sesuai dengan kontrol yang dilakukan teman-teman di PLN dan pembayaran sesuai dengan yang tercantum di meteran lampu penerangan jumlah yang jumlahnya mencapai 225 unit meteran,” kata Alimuddin yang ditemui saat memeriksa meteran listrik penerangan jalan umum di Kampung Buton, Skyline, Jayapura.

Dari 4 ribu lampu penerangan jalan umum di Kota Jayapura, 200 diantaranya memakai lampu jenis LED yang hemat energi, dan sisanya masih menggunakan lampu jenis merkuri yang lebih boros listrik.

“Kebanyakan lampu penerangan jalan umum memakai lampu jenis merkuri karena biaya perawatannya lebih murah. Satu unit lampu LED 100 Watt harganya Rp4 juta, sedangkan satu unit lampu jenis merkuri 250 Watt harganya Rp2 juta. Kami berusaha menghemat tagihan dengan memeterisasi aliran listrik bagi lampu penerangan jalan umum,” kata Alimuddin. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)