Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Warga Kendari keluhkan sampah

Bak sampah di Pasar Hamadi – Jubi/Ramah

Sampah itu menumpuk karena tak kunjung diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Kendari, Jubi  – Warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) selama hampir sepekan terakhir ini, geram karena tumpukan sampah di sudut-sudut jalan belum juga terangkut. Sampah itu menumpuk karena tak kunjung diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Puuwatu.

Pantauan Antara, Selasa, (26/2/2019) menunjukan sampah menumpuk di sejumlah komplek perumahan, seperti di kawasan BTN Pepabri Lepo-Lepo, BTN Kehutanan, BTN Findayani, BTN graha Asri, kota lama, dan pusat penjualan umum lainnya.

Berita terkait : Kesadaran masyarakat membuang sampah di Kalteng masih rendah

Loading...
;

“Seharusnya sampai yang beberapa hari itu sudah terangkut pagi ini, namun hingga kini belum ada kendaraan sampah yang memuatnya,” kata Sajo, 45, petugas pemungut sampah rumah tangga di Komplek Perumahan Lepo-Lepo.

Sajo setiap hari mengumpulkan sampah menggunakan gerobak dorong untuk dibawa ke tempat pembuangan sampah sementara yang ada di poros jalan.

Tumpukan sampah juga terjadi di kawasan Wua-Wua sudah beberapa hari tidak diambil petugas sampah. Informasi yang ada menyebutkan ada persoalan internal petugas yang mengakibatkan mereka banyak yang mogok kerja selama beberapa hari ini.

“Kami dengar, para petugas pemungut sampah gajinya selama 2-3 bulan belum diterima, makanya mereka mogok kerja,” kata Johan, seorang warga Kendari.

Baca juga : Petugas kebersihan diminta rutin angkut sampah di pasar Youtefa

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kendari, Paminuddin, mengakui persoalan internal di lembaganya, namun ia berjanji akan menuntaskan keluhan warga kota terkait persampahan yang belum juga terangkut.

“Sebenarnya mulai kemarin Senin (25/2/2019), sampah-sampah yang ada di tempat penampunagn sementara itu sudah mulai diangkut namun belum seluruhnya selesai karena banyak tenaga dan petugas yang belum masuk kerja,” ujar Paminuddin.

Baca juga : Sampah di pasar Pharaa harus segera ditangani

Ia menyatakan produksi sampah rumah tangga di Kota kendari saat ini sudah mencapai 500 hingga 600 ton per hari. Produksi sampah itu meningkat tajam dibanding dengan tahun sebelumnya di 350 ton per hari.

Menurut Paminuddin, permasalahan sampai hingga saat ini kesadaran warga yang belum sadar kebersihan lingkungan. Hal itu dibuktikan beberapa kawasan perumahan yang sampahnya masih dibuang disemberangan meski sudah ada gerobak dorong yang dibuatkan.

 

“Kendala lain terbatasnya petugas sampah yang mau bekerja sebagai pemungut sampah, sementara volume sampah setiap hari terus bertambah,” katanya. (*)
Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top