Warga Maluku di wilayah pegunungan tengah Papua diminta tidak mudah terpecah

Warga Maluku di wilayah pegunungan tengah Papua diminta tidak mudah terpecah

Penyalaan obor Pattimura saat peringatan HUT ke 202 Pattimura yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Maluku se-pegunungan tengah Papua di Wamena – Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Ketua Ikatan Keluarga Maluku se Pegunungan Tengah Papua, Christian Sohilait meminta seluruh warga Maluku yang ada di Kabupaten Jayawijaya dan kabupaten lain di pegunungan tengah Papua tetap menjaga kebersamaan. Warga Maluku di wilayah pegunungan tengah Papua diminta dan tidak mudah terpecah belah dengan isu-isu yang tidak penting.

“Kita ini gampang sekali percaya hoax sehingga bisa terpecah belah. Warga Maluku itu selalu kental dengan Pela Gandong, baik Islam, Kristen tetap bersaudara, sehingga jangan cepat termakan informasi yang tidak benar. Kita harus bisa memilah yang benar dan hoax,” katanya saat peringatan HUT Pattimura ke 202, Rabu (15/5/2019) malam di gedung pertemuan Ukumearek Asso Wamena.

Sohilait meminta momentum 202 tahun Pattimura menjadi pengingat bagi warga Maluku untuk selalu menjadi penyejuk bagi bangsa yang sedang menjalankan proses Pemilihan Umum 2019 yang ketat dan memanas. “Situasi sudah hiruk pikuk seperti sekarang ini, marilah kita menjadi penyejuk, penenang. Sehingga pada 22 Mei 2019 nanti, waktu pengumuman KPU, tercipta suasana sejuk, dan kita ambil bagian di dalamnya,” katanya.

Disisi lain ia juga berharap warga Maluku dapat menjadi pahlawan pembangunan di setiap profesi yang digeluti saat ini, sehingga bersama-sama membangun Jayawijaya dan kabupaten lainnya semakin maju. “Warga Maluku juga jangan merugikan diri sendiri dengan mabuk-mabukan, berjudi, dan kita terus mendeteksi lebih dini,” ujarnya.

Bupati Jayawijaya, Jhon R. Banua dalam sambutanya yang disampaikan staf ahli, I Made Putra meminta warga Maluku dan seluruh masyarakat di Jayawijaya dapat terus menjaga ketentraman dan ketertiban, jangan terlibat dalam tindakan pelanggaran hukum. Made Putra juga menyebut budaya “Pela Gandong” yang ampuh merekatkan tali kasih persaudaraan dan silahturahmi. “Sebab itu, Pattimura-pattimura muda di pegunungan tengah Papua kita bangun tali persaudaraan dan silahturahmi,” katanya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)