HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Warga Merauke temukan tank peninggalan Belanda di halaman rumahnya

Hans Beny Fonataba sedang menunjuk besi berukaran besar di halaman rumah keluarganya – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Sebuah rangka besi yang diduga tank ditemukan di halaman rumah Mathius Korowa, di kawasan Pelabuhan Merauke. Rangka besi berukuran besar itu ditemukan ketika pemilik rumah sedang melakukan pembersihan rumput. Setelah melihat  munculnya rantai, akhirnya disepakati dilakukan penggalian.

Hans Beny Fonataba, adik Mathius Korowa, kepada Jubi, Jumat (12/7/2019), menuturkan pada tanggal 5 Juli 2019, kakaknya Mathius melihat rantai muncul di permukaan ketika hendak membersihkan halaman rumah.

“Begitu saya pulang dari kantor dan mendapatkan informasi tersebut, keluarga menyepakati dilakukan penggalian,” ungkapnya.

Proses penggalian dari sore hari hingga besok paginya sekitar pukul 04.00 WIT. Berhasil ditemukan kerangka besi berukuran besar.

Loading...
;

“Memang banyak orang mengatakan itu adalah buldoser rusak. Namun kami berpandangan lain dan itu adalah barang peninggalan Belanda,” ungkapnya.

Barang  besi tersebut, demikian Hans, terdapat tulisan Bahasa Belanda yakni “do firing drin’ dan juga tulisan tahun 1342 serta tanggal 19 November 1916.

“Tulisan itu ada di peralatan itu dan kami menduga barang adalah barang peninggalan Belanda,” katanya.

Dia mengaku sebenarnya kalau keluarga berpikir pendek, dijual saja kepada pemulung. Hanya saja karena diyakini bahwa itu adalah peninggalan Belanda sehingga dibiarkan di tempat itu.

“Memang dari Dinas Pendidikan, Pariwisata, dan Kebudayaan Kabupaten Merauke sudah datang melihat benda tersebut. Namun sampai sekarang belum memberikan penjelasan lebih lanjut,” ungkapnya.

Dikatakan, jika pemerintah ingin mengambilnya untuk dimuseumkan, silakan datang dan dibicarakan secara baik bersama keluarga.

“Kami juga berencana membangun tugu kecil di depan rumah, tempat barang tersebut ditemukan keluarga setelah dilakukan penggalian,” ungkapnya.

Sementara, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Merauke, Iptu Bambang Irianto, mengaku begitu mengetahui adanya besi yang ditemukan, pihaknya langsung bergerak memasang police line. Itu semata-mata untuk menghindari adanya keributan, lantaran banyak orang datang menonton.

“Kita belum tahu barang itu. Silakan dilakukan pengecekan lebih lanjut ke pemerintah setempat. Jadi saya juga tak bisa memastikan barang dimaksud, apakah peninggalan Belanda atau tidak,” ujarnya.

Dilansir dari Antara, ahli Arkeolog dari Balai Arkelogi Papua, Hari Suroto, menyebutkan bahwa di Kabupaten Meruake terdapat skuadron tank pada masa pemerintahan Netherland Niew Guinea atau Nugini Belanda pada kurun waktu 1945 hingga 1962.

“Tank yang ditemukan di warga di Pelabuhan Umum Merauke, Kabupaten Merauke merupakan bagian dari Eskadron Pantserwagens atau skadron tank satuan kavaleri Belanda,” kata ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Kamis (11/7/2019).

Tank tersebut merupakan peninggalan Angkatan Darat Belanda, pada masa pemerintahan Netherland Niew Guinea atau Nugini Belanda di Papua.

Oleh Belanda, sebutnya, Merauke dijadikan pusat pemerintahan sekaligus sebagai pusat pertahanan untuk pesisir Selatan Papua dalam rangka menghadapi kampanye pengembalian Irian Barat oleh Presiden Soekarno.

Pada waktu itu, lanjut dia, pemukiman Belanda dan pusat pemerintahan berada di sekitar pelabuhan Merauke atau di wilayah yang sekarang ini dikenal sebagai Kelurahan Maro.

“Belanda pada waktu itu membangun berbagai fasilitas seperti kantor pos, pelabuhan, rumah dinas untuk pegawai Belanda, gereja, sekolah, serta dilengkapi fasilitas militer termasuk tank yang didatangkan langsung dari Belanda,” jelasnya.

Lebih lanjut Hari Suroto mengatakan Belanda menata tata ruang Merauke pada waktu itu meniru Amsterdam, dengan banyak kanal atau saluran air untuk mengendalikan banjir karena permukaan tanah yang belakangan disebut sebagai wilayah adat Anim Ha, sejajar dengan permukaan laut.

Belanda, lanjut alummus Universitas Udayana Bali itu, meninggalkan Merauke pada 1 Mei 1962. Sementara, tank yang ditemukan warga tersebut memang sengaja dikubur agar tidak dimanfaatkan oleh militer Indonesia.

“Karena pada waktu itu tidak ada kapal pengangkut yang datang ke Merauke. Tank yang ditemukan itu, merupakan bukti sejarah dan harus dilestarikan. Kelurahan Maro merupakan kota tua Merauke, masih terlihat rumah-rumah peninggalan Belanda, kantor pos, dan gereja,” terangnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top