Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Warga minta pemerintah perbaiki jalan menuju Distrik Airu

Ilustrasi jalan rusak di Provinsi Papua – Jubi/Ist

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Korneles Hurahuran selaku Ketua Lembaga Masyarakat Adat Distrik Airu, Kabupaten Jayapura, Papua, meminta pemerintah memperbaiki jalan yang menghubungkan Sentani, ibukota Kabupaten Jayapura, dengan Distrik Airu. Kondisi jalan yang rusak membuat para warga Distrik Airu kesulitan untuk berpergian ke Sentani.

“Sudah dua tahun ini ruas jalan penghubung Sentani dengan Distrik Airu tidak diperbaiki. Jalan itu sudah rusak berat, dan kondisi itu menyusahkan warga yang ingin berpergian ke Sentani,” kata Hurahuran di Sentani, Sabtu (16/3/2019).

Hurahuran juga pemerintah membangun jembatan beton di sepanjang jalan dari Sentani menuju Distrik Airu. Saat ini, jalan itu terhubung oleh jembatan kayu yang dibangun secara swadaya oleh warga. Jembatan berbahan kayu itu berulang kali rusak karena banjir. “Kalau banjir datang, banjir langsung menghanyutkan kayu yang jadi jembatan itu,” katanya.

Hurahuran menyebut kondisi jalan dari Distrik Airu menuju Senggi dan Arso lebih bagus dibandingkan ruas jalan Airu – Sentani. Akan tetapi, jika warga yang ingin ke Sentani harus memakai jalan ruas jalan Senggi – Arso, perjalanan warga menjadi sangat jauh. “Pilihan yang lebih dekat adalah memakai jalan yang menghubungkan Airu dengan Lereh dan Tanggo,” ucap Hurahuran.

Loading...
;

Gara-gara jalan penghubung Airu – Sentani rusak berat, hasil bumi Airu yang melimpah tidak bisa diperdagangkan di Pasar Sentral Sentani. “Kami memliki banyak hasil bumi seperti ikan, kulit buahya, sayur dan hasil bumi lainnya, namun tidak bisa membawanya ke Pasar Sentral Sentani karena jalan yang rusak berat itu,” kata Hurahuran.

Warga Distrik Airu, Sammy Wonda pun meminta pemerintah segera memperbaiki ruas jalan penghubung Airu dan Sentani. “Jika jalan itu tidak diperbaiki, hasil bumi dari kampung-kampung di Disrik Airu tidak bisa dipasarkan. Padahal para warga ingin menjual hasil buminya ke Pasar Sentral di Sentani,” kata Wonda. (*)

Editor Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top