Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Warga sumbang sampah plastik untuk ekobrik

Kreasi tempat sampah di pantai. Sampah plastik yang menumpuk di laut akan mengganggu habitat hewan laut – Jubi/Pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Warga kota Nabire, Kabupaten Nabire mulai menyumbangkan sampah plastik kepada komunitas Amoye untuk diolah menjadi bahan bermanfaat yakni ekobrik.

Sumbangan sampah plastik kepada Amoye dilakukan pasca komunitas yang baru berusia satu tahun dan digawangi Bentot Yatipai ini, melakukan berbagai aksi sosial dan lomba-lomba bertemakan lingkungan.

Pemuda Nabire, Safruddin, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan yang dipenuhi sampah plastik. Sampah plastik tidak bisa diuraikan sehingga dapat merusak lingkungan.

Oleh sebab itu, Safruddin berinisiatif menghimpun kawan-kawannya, lalu mengumpulkan plastik-plastik dan botol plastik bekas untuk dinonasikan kepada Amoye Community.

Loading...
;

“Sebagai warga Nabire saya prihatin dengah sampah yang ada terutama sampah plastik. Jadi, saya dengan kawan-kawan kalau sedang di pantai, kami kumpul lalu antar ke sini (Komunitas Amoye),” kata Safruddin kepada Jubi di Nabire, Jumat (10/5/2019).

Dikatakan Safruddin, informasi donasi sampah diperoleh dari beberapa pesan di grup WhatsApp. Bagi dia, hal ini penting karena merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi sampah di kota Nabire.

Jika sampah plastik menumpuk di laut, katanya, maka kemungkinan akan mengganggu habitat hewan laut.

“Kami dapat info di grup WA dan saya rasa ini bagus. Lalu kalau sampah ini sampai di laut akan membahayakan ikan,” katanya.

“Sebagai contoh pernah saya baca di media, ada ikan paus yang mati karena telan sampah plastik, kan kasihan,” lanjutnya.

Dia menambahkan penggunaan sampah plastik harus disetop. Hal ini dilakukan mulai dari individu, rumah, dan lingkungan sekitar, agar sampah-sampah itu tidak diteruskan ke laut.

Cara yang mudah menurut Safruddin adalah dengan mengolahnya menjadi sesuatu yang berharga dan bernilai ekonomis.

“Ya, kalau kita tidak sempat buat sendiri kreasinya, kita donasikan saja kepada mereka yang ingin melakukan seperti Amoye,’ katanya.

Warga lainnya, Norah, sependapat dengan Safruddin. Norah juga ingin mendonasikan sampah. Di rumah Norah sampah plastik bertumpukan karena harus menunggu petugas sampah, yang datang tiap tiga hari.

Saat dia mendengar ada donasi sampah plastik, dirinya lalu memisahkan sampah tersebut untuk didonasikan.

“Daripada terbuang saja, kalau bisa dimanfaatkan lebih baik disumbangkan agar bermanfaat,” katanya.

“Ini bagus, sebenarnya kami ada orang yang sering datang ambil sampah. Waktu dengar ada program ekobrik, saya berinisiatif untuk memberikan ke sana biar bermanfaat,” lanjutnya.

Sekretaris Amoye Community, Lukas Mote, mengakui pihaknya belum memiliki bank sampah, sebab butuh donatur untuk membantu programnya. Kata Mote, pihaknya hanya mengumpulkan sampah dan disimpan di sekretariat untuk kemudian diolah menjadi ekobrik.

“Saat ini lambat laun kami sudah menerima donasi dari masyarakat Nabire yang peduli dengan sampah,” katanya.

Programnya itu bertujuan untuk mengubah perilaku atau kebiasaan masyarakat agar lebih peduli pada lingkungan bersih.

“Sampah plastik ini berguna, kita ingin ubah kebiasaan masyarakat dan saya yakin, melalui ecobrik sampah plastik pasti berkurang,” katanya. (*)

Editor        : Timo Marten

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top