Warga terdampak bencana dipulangkan ke daerah asal

Warga terdampak bencana dipulangkan ke daerah asal

Bupati Jayapura saat berdiskusi dengan BKSDA dan perwakilan BNPB Pusat – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan enam flight (penerbangan) sudah digunakan untuk mengembalikan puluhan warga terdampak banjir bandang Maret lalu dari Kabupaten Jayapura ke daerah asalnya di wilayah pegunungan.

“Laporan tersebut kami terima dari Pendeta David Silak dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu di aula lantai dua ini, bahwa pihaknya sudah menggunakan enam flight untuk relokasi warga ke daerah asal masing-masing. Beban penerbangan tersebut dibebankan kepada pemerintah daerah dan akan kami lunasi,” ujar Bupati Awoitauw, di aula lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah Sentani, usai mempin Rapat Tindak Lanjut Mitigasi Kawasan Gunung Siklop, Kawasan Penyangga, dan Kawasan Danau Sentani, Rabu (15/5/2019).

Dikatakan, masih sekitar 300 warga yang akan direlokasi, tetapi harus melalui pendataan yang lebih spesifik. Artinya, warga yang direlokasi ini adalah mereka yang benar-benar terdampak, sehingga relokasi dilakukan nantinya termasuk pembangunan rumah melalui dana yang telah disiapkan oleh BNPB Pusat.

“Mereka yang benar-benar mengalami kerusakan rumah mereka di tempat ini dan itu pihak gereja harus memastikan hal tersebut. Memang sangat alot, tetapi tim terus bekerja juga untuk memastikan semuanya,” kata Bupati Awoitauw.

Sementara itu, untuk memastikan kawasan cagar alam agar bersih dan bebas dari semua aktivitas masyarakat, Bupati Awoitauw menegaskan kepada pihak BKSDA untuk membuat titik- titik pembangunan pos pemantau yang akan diisi oleh masyarakat lokal setempat.

“Hal ini adalah usulan dari masyarakat adat kepada kami pemerintah daerah, oleh sebab itu kita pastikan agar aksi pengawasn di kawasan cagar alam sudah berjalan pada Senin pekan depan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Yanto Eluay, Ondofolo Kampung Sereh. Dia melaporkan bahwa 33 ondofolo di Sentani telah melaksanakan tugas mereka masing-masing dengan mendata masyarakatnya yang benar-benar terdampak banjir bandang Maret lalu.

“Untuk kawasan cagar alam secara khusus kami di Kampung Sereh sudah kami pasang palang yang ditujukan kepada masyarakat yang masih berkebun di kawasan cagar alam untuk tidak berkebun lagi. Waktu satu bulan ini diberikan untuk mengambil hasilnya saja. Harapan kami, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder dapat bersama-sama kami melakukan pengawasan tetapi juga sosialisasi kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)