Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Warga tolak perjanjian damai Ja’far Umar Thalib

Massa di Markas Polsek Abepura, Kota Jayapura, Pupua, mendengar pembacaan pernyaaan pencabutan akta perdamaian oleh pengacara Ja’far Umar Thalib, Yansen Simbolon, Jumat (15/3/2019) – Piter Lokon/Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ratusan orang yang tergabung dalam Solidaritas Papua Damai mendatangi Polsek Abe untuk mengembalikan sejumlah uang yang diberikan perwakilan Ja’far Umar Thalib (JUT) sebagai kompensasi damai atas kasus erusakan rumah milik keluarga Hanock Niki, warga Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.

Koordinator Solidaritas Papua Damai, Pdt. Jhon Baransano mengatakan, sebelumnya pihak pengacara JUT mendatangi korban dan memberikan uang Rp20 juta sebagai kompensasi damai dan kasus tidak diperpanjang. Menurutnya, hal itu bentuk penghinaan atas warga Papua.

“Ini sangat mencederai dan hal yang sangat tidak baik karena, masalah ini sudah dipublik yang diketahui seluruh umat di tanah Papua dan Pimpinan-pimpinan Gereja di Seluruh tanah Papua sehingga kita berharap Polda Papua terus mengawal sampai proses ke kejaksaan dan kita minta proses hukum karena yang bersangkutan telah mengganggu ketertiban di tanah Papua, maka kita minta beliau harus diusir,” kata Pdt. Jhon.

Pengembalian uang kompensasi ini juga sebagai tuntutan agar kejadian perusakan rumah di proses sesuai hukum yang berlaku. Dengan ini pula menyatakan sikap warga untuk menolak segala tawaran perdamaian dari Ja’far Umar Talib. “Tidakan ini sangat mencederai Umat beragama yang hidup baik di tanah Papua Baik Kristen, Katolik, Islam, Hindu dan Budha,” kata Baransano.

Loading...
;

Sementara itu, Pengacara Ja’far Umar Thalib, Yansen Simbolon akhirnya menarik surat pernyataan damai yang diberikan kepada warga. “Hal ini saya lakukan dengan sadar dan tanpa ada paksaan oleh pihak Manapun dan dengan dicabutnya surat ini maka seluruh proses saya kembalikan sebagaimana mestinya. Kami juga telah terima pengembalian dana dari Korban kepada saya sesuai dengan jumlah yang kami berikan diawal,”kata Yansen Simbolon.

Sebelumnya, Pengacara Ja’far Umar Thalib menawarkan perdamaian dan permintaan maaf atas kerusakan rumah kepada korban. Sebagai permintaan maaf, pengacara JUT memberikan imbalan berupa uang senilai Rp 20 juta kepada korban. Namun korban melapor kepada Pimpinan Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua atas upaya perdamaian yang ditawarkan.

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top