HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Waspada malaria, ini kiat yang disampaikan Dinkes Kota Jayapura

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari, mengatakan penanganan penyakit malaria harus secara komprehensif agar menekan kasus penyakit endemik tersebut di Kota Jayapura.

"Termaksud Fogging (pengasapan) massal pada malam hari. Kami lakukan dua kali seminggu dan secara lisan dilaporkan nyamuknya sudah tidak banyak lagi," ujar Ni Nyoman di Kantor Wali Kota Kayapura, Senin (28/1/19).

Ia menjelaskan penanganan dimaksud yakni melibatkan satuan tugas keamanan di pos lintas batas Skouw-Papua Nugini karena sebagian satgas ada yang bertani dan berternak sehingga sangat rawan digigit nyamuk.

"Kalau kasus malaria secara detail di Kota Jayapura ada 20.796 kasus berdasarkan data Desember 2018. Target kami 2019 mau turunkan angka ini," ungkapnya.

Loading...
;

Selain itu lanjutnya, penanganan malaria juga dengan membenahi pelayanan petugas kesehatan dengan melihat secara detail, apakah bisa ditetapkan malaria atau tidak dan dari sisi pengobatan juga jangan dibawah dosisnya atau menghentikan minum obat saat sudah membaik.

"Tanam tumbuhan serei di halaman rumah, genangan air dialirkan dan simpan ikan pemakan jentik dalam kolam atau yang tergenang air. Kasus yang paling banyak orang dewasa. Kalau keluar malam pakai baju lengan panjang sebagai langkah pencegahan," jelasnya.

Untuk itu, Ni Nyoman mengimbau kepada warga, untuk menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya, agar angka penderita malaria bisa turun.

"Dikerjakan secara terpadu antara pemda, organisasi non-pemerintah, swasta dan masyarakat. Kebersihan pangkal dari sehat. Pelan-pelan diubah dengan melakukan pendampingan," jelasnya.

Kepala Puskesmas Kotaraja, Titis Rinjayatri, mengatakan ada pelayanan dalam dan luar gedung dengan memeriksa setiap pasien di laboratorium bila mengalami demam dengan mengecek malarianya.

"Kunjungan pasien di puskesmas setiap hari bisa diatas 50 orang. Ini menandakan kami harus masih menggalakkan kembali layanan kesehatan. Kami optimis bisa menurunkan angka kasus malaria dengan pelayanan maksimal sesuai standar pelayanan minimal (SPM)," jelasnya. (*)

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top