HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Waspadai cuaca ekstrim, tinggi gelombang hampir tiga meter

BMKG keluarkan peringatan dini cuaca ekstrim di perairan Papua Barat. Nelayan, pengguna transportasi lain serta pengunjung pantai diingatkan waspada, tinggi gelombang dapat mecapai 2,5 meter. (Jubi/Hans Arnold Kapisa)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrim di sejumlah wilayah Provinsi Papua Barat.

Kepala BMKG Stasiun Rendani Manokwari, Denny Putiray mengatakan, angin kencang berkecepatan 25 knots berpotensi terjadi di perairan sebelah barat Raja Ampat dan Fakfak. Ketinggian gelombang diperkirakan bisa mencapai 2,5 meter.

“Ini perkiraan cuaca untuk besok hingga lusa (Rabu-Kamis 17-18 Juli 2019). Masyarakat terutama nelayan sebaiknya waspada,” ujar Denny.

Selain Raja Ampat dan Fakfak, angin kencang dan gelombang tinggi pun berpotensi terjadi di perairan pasifik utara Papua dan Halmahera Maluku Utara. Tinggi gelombang di wilayah itu pun diperkirakan bisa mencapai 2,5 meter.

Loading...
;

“Untuk Manokwari ada potensi kemunculan awan cumulunimbus. Awan ini bisa menimbulkan hujan diserta petir,” katanya lagi.

Potensi serupa ada di wilayah perairan Sarmi dan Jayapura, Papua. Awan gelap cumulunimbus pun diperkirakan terjadi di Raja Ampat, Sorong, Kaimana dan perairan Teluk Cenderawasih.

Berdasarkan analisa dari hasil citra satelit, lanjut Denny, sebagian besar wilayah Papua Barat pada Rabu (17/7/2019) diperkirakan terjadi hujan lokal.

“Suhu dan kelembaban udara rata-rata sama. Arah agin yang bervariasi, ada yang mengarah ke tenggara, utara, selatan, barat daya dan timur. Ini yang membuat adanya konvergensi. Angin bertemu pada satu titik dan dapat menimbulkan awan gelap,” ujar Denny.

 

Kecelakaan laut 

Cuaca ekstrem ini mengakibatkan satu unit  kapal LCT Galaxi 88 dilaporkan dalam kondisi bahaya setelah mengalami mati mesin dalam pelayaran Nabire-Manokwari. Informasi tersebut diterima oleh kantor SAR Manokwari pada  hari Selasa (16/7/2019).

Tim SAR Manokwari selanjutnya melakukan upaya pencarian dan penyelamatan terhadap kru kapal tersebut hingga Selasa malam kemarin, kru kapal berhasil diselamatkan.

Kepala kantor SAR Manokwari, George M.Randang saat dikonfirmasi, mengatakan kapal LCT Galaxi 88 tersebut bertolak dari Nabire tujuan Manokwari untuk kepentingan docking (perbaikan). Namun saat dalam perjalanan, kapal tesebut mengalami mati mesin di perairan Distrik Oransbari kabupaten Manokwari Selatan.

“Kapal memang dalam perjalan tujuan docking di Fasharkan TNI AL Manokwari, tapi mati mesin di laut Oransbari dan hanyut karena terhantam gelombang tinggi saat siang tadi,” ujar George.

Sebelumnya, cuaca ekstrim juga menyebabkan kecelakaan pada longboat di perairan Raja Ampat 12 Juli lalu. Tim gabungan SAR Sorong dan Raja Ampat telah  melakukan upaya pencarian para korban.

Kepala kantor SAR Sorong, Sunarto yang dikonfirmasi, mengatakan bahwa operasi pencarian terhadap korban kecelakaan longboat di perairan Raja Ampat telah memasuki hari ke lima. Dari hasil pencarian, sebelas korban telah dievakuasi, sembilan korban meninggal dunia dan dua korban selamat.

“Operasi akan dilanjutkan Rabu untuk pencarian empat korban lainnya,” ujar Sunarto yang dikonfrimasi melalui juru bicaranya lewat sambungan telepon, Selasa (16/7/2019) malam. (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top