Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Widyaiswara dan fasilitator pendidik ASN ikuti pelatihan pengembangan media pembelajaran

Suasana pelatihan pengembangan media pembelajaran bagi para widyaiswara dan fasilitator pendidik aparatur sipil negara. – Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Papua bersama Lembaga Administrasi Negara memberikan sosialisasi dan bimbingan pengembang media pembelajaran bagi para widyaiswara dan fasilitator pendidik aparatur sipil negara di Papua. Pelatihan yang diikuti 48 peserta itu diselenggarakan di Jayapura, Papua, pada Selasa (29/10/2019).

Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Kesejahteraan Sosial dan Sumber Daya Manusia, Any Rumbiak, menyatakan sosialisasi dan bimbingan itu diberikan agar widyaiswara dan fasilitator pendidik dapat memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi dalam mengembangkan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) di Papua. “Widyaiswara memiliki peran sebagai ujung tombak dalam penyelenggaraan pelatihan,” kata Any Rumbiak, Selasa.

Rumbiak menyatakan kemampuan widyaiswara dan fasilitator pendidik sebagai para “guru” dalam berbagai pelatihan pengembangan kapasitas ASN menentukan keluaran pelatihan itu. “Untuk itu, widyaiswara dituntut untuk semakin profesional. Hanya dengan kualifikasi yang mumpuni, [widyaiswara] dapat mengelola kelas-kelas dalam pelatihan ASN,” ujarnya.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) terus memperbarui kurikulum pelatihan dan metode pelatihan ASN, termasuk pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi sebagai bahan ajar bagi ASN. Para widyaiswara dan fasilitator pendidik ASN harus semakin terampil mengembangkan kemampuan ASN memakai media pembelajaran berbasis teknologi.

Loading...
;

Rumbiak menyatakan ada tiga prinsip proses pembelajaran. Pertama, proses pembelajaran harus menghasilkan perubahan perilaku peserta didik yang relatif permanen. Kedua, peserta didik memiliki potensi dan kemampuan yang telah ada sebelumnya, sehingga proses belajar mengajar hanyalah merupakan optimalisasi potensi peserta didik.

Ketiga, perubahan atau pencapaian kualitas ideal yang diharapkan tidak tumbuh linear, sejalan dengan proses kehidupan. “Proses belajar merupakan bagian dari kehidupan itu sendiri, yang didesain secara khusus demi tercapainya kondisi ideal yang diharapkan,” kata Rumbiak.

Kepala Bidang Pemantauan dan Evaluasi Widyaiswara Pusat Pembinaan Widyaiswara LAN, Caca Syahroni mengatakan sosialisasi dan bimbingan teknis itu diberikan untuk meningkatkan pengetahuan para widyaiswara. “Dengan bimbingan teknis ini, pejabat widyaiswara dapat mengembangkan ilmu dan terus berinovasi  untuk segera diterapkan dalam mempresentasikan hasil kurikulum dan modul yang disusun dalam pelatihan nantinya,” kata Syahroni.

Sejumlah 48 peserta widyaiswara dan fasilitator pendidik ASN mengikuti pelatihan itu. Mereka berasal dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, BKPSDM Kabupaten Jayapura, BPKSDM Kabupaten Biak Numfor, dan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Jayapura. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top