Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Yan Mandenas: Insiden Tolikara Harus Diselesaikan Lewat Hukum

Ketua Fraksi Hanura DPR Papua, Yan Permenas Mandenas - Jubi/Arjuna
Ketua Fraksi Hanura DPR Papua, Yan Permenas Mandenas – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Fraksi Hanura DPR Papua menyatakan, insiden salah paham antar warga di Tolikara, 17 Juli lalu harus diselesaikan dengan proses hukum. Bukan dengan cara adat, karena kejadian itu sudah menjadi issu nasional, bahkan internasional.

Ketua Fraksi Hanura DPR Papua, Yan Permenas Mandenas mengatakan, insiden itu tak bisa diselesaikan secara adat karena kejadian itu bukan masalah antar masyarakat adat atau perang suku, yang bisa diselesaikan di para – para adat.

“Masalah di Tolikara tidak boleh diselesaikan lewat adat. Penegakan hukum harus tetap dilakukan, untuk menunjukkan asas keadilan terhadap proses penegakan hukum bagi seleuruh rakyat Indonesia  yang terus memantau proses hukum kasus ini,” kata Yan Mandenas, akhir pekan lalu.

Menurutnya, jika dilakukan proses hukum, bisa meredam berbagai issu di luar Papua. Katanya, pasca kejadian itu, mungkin kini di Papua sudah tak ada masalah, tapi di luar Papua, tak demikian.

“Jangan pikir sudah aman. Ada pihak lain di luar Papua yang bergerak terus pasca insiden Tolikara yang perlu dihindari,  sehingga proses penegakan hukum dilakukan untuk mengatasipasi kemungkinan buruk,” ucapnya.

Untuk pelaku penembakan warga sipil kata Yan, polisi juga harus transparan mengungkan pelaku dan melakukan penegakan hukum. Masyarakat bisa melakukan pengaduan ke pihak berwenang.

Loading...
;

“Warga sipil yang bersalah diproses, aparat keamanan yang diduga melakukan penembakan juga diproses, sehingga prosesnya adil. Masyarakat juga bisa mengadu mengenai kejadian itu ke DPR Papua untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.

Sebelumnya, pekan lalu Ustad Ali Mukhtar, tokoh muslim di Karubaga tiba di Jayapura untuk bertemu dengan para pemimpin Gereja Indjili di Indonesia (GIDI), difasilitasi oleh Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Provinsi Papua dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Rabu (29/7/2015).

Ustad Ali Mukhtar yang mewakili umat muslim di Karubaga mengatakan, pihaknya setuju insiden itu diselesaikan secara adat. Pihaknya juga sepakat kalau kejadian tersebut bukan masalah agama atau SARA.

“Kami siap menyelesaikan masalah Tolikara secara damai dan secara adat, agar kami bisa beribadah seperti biasanya dengan aman dan nyaman,” kata Ustad Ali Mukhtar kala itu. (Arjuna Pademme)

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top