Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Yoman bebas dari jerat hukuman mati

Terdakwa Kartu Kuning Yoman alias Yogor Telenggen saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Manokwari. Majelis Hakim batal hukumkan tuntutan hukuman mati oleh JPU. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Majelis hakim pengadilan negeri Manokwari memutuskan, dakwaan hukuman mati terhadap Kartu Kuning Yoman alias Yogor Telenggen,  batal demi hukum. Keputusan tersebut dibacakan oleh majelis hakim yang dipimpin Sonny L.B.Loemoery, SH dalam agenda sidang putusan terdakwa Yoman di Pengadilan Negeri Manokwari, Rabu (22/5/2019).

Majelis Hakim berpendapat, meskipun  penuntutan JPU (Jaksan Penuntut Umum)  terhadap terdakwa Yoman dinyatakan tidak dapat  diterima, namun hal ini tidak mengurangi hak dan kewenangan dari JPU sesuai Pasal 137 junto Pasal 140 ayat 1 junto pasal 183 ayat 1 KUHAP, untuk mengajukan penuntutan kembali atas diri terdakwa Yogor Telenggen setelah menyempurnakan surat dakwaannya.

Majelis hakim juga memutuskan, penyidikan yang dilakukan oleh penyidik  sebagaimana tertuang dalam BAP (Beita Acara Pemeriksaan) oleh Polisi dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum.

Hakim berpendapat, dalam proses penyelidikan yang dilakukan di Polda Papua ada prosedur hukum yang tidak dilakukan, salah satunya terdakwa Yoman tidak mendapat pendampingan hukum sesuai yang diatur dalam Undang-undang.

Sehingga, Majelis Hakim memutuskan terdakwa Yoman kembali kepada hukuman seumur hidup yang sebelumnya dijalani di Lapas Abepura Jayapura, Papua.

Loading...
;

Atas putusan Majelis Hakim dalam persidangan tersebut, terdakwa Yoman bersama tim kuasa hukumnya yang dikoordinir oleh Piter Welikin, SH menerima putusan majelis hakim yang membatalkan tuntutan hukuman mati oleh JPU dan memberikan ruang untuk terdakwa Yoman menjalani hukuman pidana seumur hidupnya.

“Kami terima putusan majelis hakim hari ini,” ujar Welikin.

Sementara, JPU Kejaksaan Negeri Nabire, Arnolda Awom menyikapi putusan majelis hakim dengan ‘pikir-pikir’, apakah akan melakukan upaya hukum atau tidak. Batas waktu pikir-pikir tersebut selama tujuh hari setelah putusan hakim dalam sidang hari ini.

“Kami sikapi putusan majelis hakim dengan pikir-pikir, apakah kami akan kembalikan terakwa ke hukuman seumur hidup atau melakukan upaya hukum lagi karena masih ada perkara lain yang dapat  kami perkarakan terdahap terdakwa. Namun, atas putusan hakim ini juga barang bukti yang disertakan dalam perkara dakwaan terhadap Yoman juga dikembalikan kepada kami,” ujar Awom. (*)

Editor      : Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top