Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Yunus Wonda : Provinsi Papua belum saatnya dimekarkan

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Yunus Wonda. – Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR Papua, Yunus Wonda menilai pemekaran Provinsi Papua belum saatnya dilakukan. Sebab, kata ia, masih banyak yang harus disiapkan lebih dulu, seperti sumber daya manusia, administrasi, dan infrastruktur daerah otonom baru pasca pemekaran.

“Pada prinsipnya kami mendukung pemekaran Provinsi Papua. Akan tetapi, kita juga harus realistis melihat kondisi Papua. [Dalam] pemekaran provinsi, ada hal mendasar yang harus disiapkan,” kata Wonda di Jayapura, Rabu (30/10/2019).

Wonda mengaku kuatir jika Provinsi Papua dimekarkan untuk membentuk Provinsi Papua Selatan, karena pembentukan provinsi baru itu bisa semakin memarjinalkan orang asli Papua. Ia berharap, pemerintah pusat bisa mengikuti mekanisme aturan perundangan-undangan, tidak langsung menindaklanjuti usulan pemekaran yang diajukan sejumlah tokoh Papua.

“Ada mekanisme yang harus diikuti. Jangan sampai kita sendiri yang membuat undang-undang, tapi kita sendiri yang tidak menjalankan undang-undang. Proses pemekaran itu harus melalui persetujuan DPR baik provinsi maupun kabupaten atas rekomendasi Gubernur, Bupati dan Majelis Rakyat Papua. Mekanisme itu kan harus dijalankan,” ujarnya.

Loading...
;

Yunus Wonda meminta tokoh Papua harus jujur dan tidak gila jabatan. Jika para tokoh Papua hari ini salah melangkah, kesalahan itu akan menjadi malapetaka bagi generasi Papua berikutnya.

“Saat ini banyak tokoh Papua memberikan marwah, gelar adat bagi orang dari luar Papua. Ini membuktikan otoritas adat telah hilang di atas negeri ini,” tegas Wonda.

Wonda menyatakan para tokoh Papua bertanggungjawab terhadap nasib orang asli Papua. “Jangan salahkan pemerintah pusat jika suatu hari orang asli Papua semakin termarjinalkan karena adanya pemekaran, karena itu kesalahan kita, tokoh Papua, termasuk saya sebagai Ketua DPR Papua. Pendapatan Asli Daerah saja susah luar biasa, minta pemekaran,”sambungnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku sudah menerima aspirasi soal pemekaran dari tokoh-tokoh Papua. Akan tetapi, saat ini pemerintah tengah memberlakukan moratorium pemekaran dan pembentukan daerah otonom baru.

“Soal pemekaran wilayah di Papua, saya selalu melihat aspirasi dari bawah. Aspirasi [pemekaran Provinsi Papua] itu juga diampaikan kepada saya waktu di Wamena, sehingga dari aspirasi itulah akan ditindak lanjuti,” kata Jokowi. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top